Disadari atau tidak, curhat sudah menjadi bagian dari suatu hubungan asmara. Ketika Anda dilanda masalah atau dirundung duka, bisa dipastikan pasanganlah orang pertama yang Anda cari bukan? Begitu juga sebaliknya. Nah, ternyata menampung curhat pasangan juga ada aturan mainnya lho. Begini nih:
1. Butuhkah nasehat anda?
Ini adalah salah saatu ilmu dasar untuk menjadi tempat curhat favorit. Pastikan bahwa pasangan memang membutuhkan nasehat Anda, baru beranikan diri memberi masukan. Ada orang-orang tertentu yang hanya butuh untuk didengarkan saja, dan secara otomatis ia akan menjadi lega. Bila pasangan termasuk orang seperti itu, sebaiknya Anda hanya berperan jadi pendengar setia saja karena jika si dia tak berkenan dan Anda tetap memberi nasehat, kesannya Anda akan sangat menggurui dia.
2. Tujuan memberi nasehat
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh orang yang menjadi tempat curhat adalah ingin mendapatkan kesan sebagai si bijaksana. Ayo kembalilah ke tujuan semula yakni Anda menyampaikan nasehat adalah agar si dia yang sedang dirundung masalah ini mendapatkan jalan keluar yang baik, dan bukannya agar Anda dianggap pahlawan bijaksana.
3. Menyimak dengan baik
Hal ini bukan main pentingnya, karena pasangan akan merasa sangat dihargai bila Anda menyimak dengan baik apa yang dikeluh kesahkan. Take your time to hear all part of the story! Setelah paham duduk masalahnya, barulah Anda beri si dia masukan dan saran.
4. Pagari lidah Anda
Sekesal-kesalnya Anda dengan orang yang membuat kekasih Anda bersedih, tapi tetap kendalikan lidah Anda. Bahkan pada saat Anda begitu geramnya saat pasangan curhat bahwa ia baru saja bertengkar dengan kakak atau adiknya, misalnya, tak perlu sampai mengeluarkan komentar yang menjelek-jelekkan keluarganya.
5. Masih banyak jalan ke Roma
Usahakan selalu ada alternatif saran dan solusi saat dia meminta pendapat atau bantuan keluar dari jalan buntu. Then leave her the rest of it! Biarkan memutuskan sendiri pilihan mana yang paling baik menurutnya dan akan diambil. Anda tidak berwenang memaksanya memilih suatu keputusan teretentu.
6. Jujur
Anda bukan malaikat atau orang yang sedemikian saktinya sehingga selalu berada dalam keadaan prima dan mood yang bagus. Bisa saja sewaktu dia curhat, Anda malah juga sedang ada masalah. Jujur saja bila timingnya tidak tepat, atau dengarkan keluhannya lalu jujur bahwa Anda sedang tidak bisa memberi saran. Itu akan lebih baik daripada Anda kedapatan tak curhatnya.
7. Nasehat tinggal nasehat..
Bila nasehat atau solusi yang Anda beri tidak direspon positif atau dijalankan, jangan tersinggung. Toh itu memang fungsi nasehat Anda, yaitu sebagai salah satu pertimbangan saja. Masalah dijalankan atau tidak ya dikembalikan kepada yang sedang punya masalah.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)










0 komentar:
Poskan Komentar